LEBIH BAIK DALAM POSISI BENAR DI SALAHKAN DARIPADA DALAM POSISI SALAH DI BENARKAN
By
: Mahmud Al Fauzi
Siang
hari yang lumayan panas, saya sempatkan diri untuk menulis isi hati kedalam
tinta yang menjadi tanda kebenaran. Alhamduilillah, pada suatu pagi, saya
mendapat perhatian dari Allah SWT., tapi keronologinya tidak akan utarakan
dalam tulisan ini, yang penting kita bisa coba membahas tentang, bagaimana
caranya kita dapat menerima dengan lapang dada menerima keritikan dan saran
dari orang lain kepada kita.
Pada
umumnya manusia selalu ingin berada dalam posisis benar dan tentunya dengan
kata lain atau Mafhum Mukholafah[1]
–nya ialah kita tidak mau di salahkan. Keadaan ini relatif bisa karena “memang
kita itu dalam posisi benar” ataupun “dalam posisi salah”, tetap saja kita
tidak mau di salahkan.
Sebenarnya,
jika kita melihat judul artikel ini, dapat kita tarik kesimpulan menjadi
kalimat yang cocok untuk di jadikan motto hidup agar damai dan tentram yaitu
“MENGALAH UNTUK MENANG”. Sangat indah memang ketika kita mendengar kata-kata
tersebut, namun bagi sebagian orang amat sangat sulit untuk
mengimplentasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan saja, ketika kita
dalam posisi benar, lalu malah kita yang di salahkan, dan bingungnya lagi jika
kita terus memberikan pembelaan terhadap diri kita yang ada adalah kita akan
menemui masalah yang lainnya yang tentunya
lebih besar lagi.
Solusinya
adalah Pasrah[2]
kepada Tuhan yang maha Esa, sekarang anda tinggal menunggu tangan Allahlah yang
akan membuka tabir yang tertutupi oleh Dustanya manusia dan semua yang telah
mereka tutupi dari mata Dzohir manusia, padahal mereka tidak bisa menipu
(menutup mata) Allah dengan kebohongan mereka, karena sungguh mereka bisa
berbohongpun itu atas izin Allah.
Insan
yang berbahagia, asal anda tahu Allah tidak akan bisa di tipu mereka, sebagai
mana firman-Nnya didalam kitab-Nya, yang jika di ambil natijah[3]nya
seperti ini “Ketika orang munafik menipu Allah, padalah sesungguhnya Allahlah
yang pandai membuat tipu daya”, jadi sungguh manusia yang sedang merasa menipu
Allah dengan Kebohongannyalah yang sedang di tipu oleh Allah.
19.31
Cline

Posted in
0 komentar :
Posting Komentar