Karya: Mahmud Al Fauzi
Citraan Larik : Pemikiran
Hidupmu di rundung duka....
Karena pujian yang tak terlafadz......
Setiap hembusan napasmu membuat luka.....
Melangkahkan tubuhmu ke lubang lahat....
Hidupmu bagaikan kereta....
Karena kata mutiara untuk pahlawan agamamu....
Setiap langkah kakimu tak berharga.....
Menempelkan pipi kedinding kuburmu....
Ingatlah mati untuk muhasabah diri....
Ingatlah mati untuk bengkel hati....
Ubahlah diri, melihat diri.....
Ubahlah hati dengan lafadz fitri...
Teriakanmu tak akan terdengar.....
Tangisanmu tak akan buat orang sedih....
Temanmu menjadi akar....
Air matamu bagai air yang mendidih.....
Carilah duniamu......
Seakan engkau tak akan di jemput......
Carilah akhiratmu.....
Seakan engkau dekat dengan maut.....
Citraan Larik : Pemikiran
Hidupmu di rundung duka....
Karena pujian yang tak terlafadz......
Setiap hembusan napasmu membuat luka.....
Melangkahkan tubuhmu ke lubang lahat....
Hidupmu bagaikan kereta....
Karena kata mutiara untuk pahlawan agamamu....
Setiap langkah kakimu tak berharga.....
Menempelkan pipi kedinding kuburmu....
Ingatlah mati untuk muhasabah diri....
Ingatlah mati untuk bengkel hati....
Ubahlah diri, melihat diri.....
Ubahlah hati dengan lafadz fitri...
Teriakanmu tak akan terdengar.....
Tangisanmu tak akan buat orang sedih....
Temanmu menjadi akar....
Air matamu bagai air yang mendidih.....
Carilah duniamu......
Seakan engkau tak akan di jemput......
Carilah akhiratmu.....
Seakan engkau dekat dengan maut.....
02.17
Cline
Posted in
0 komentar :
Posting Komentar